A Quick Answer from God

Sudah lama tidak nulis di sini. Bukan.. bukan karena lupa. Mungkin sedikit sibuk.. tapi alasan utamanya adalah karena memang tidak ada yg menarik untuk ditulis. Hanya kegiatan2 seputar pekerjaan, usaha untuk diet dan olah raga, dan game online.

Iya, akhir2 ini aku sedang memang kecanduan main game online, Restaurant City. Sebenarnya sudah lama aku main game ini. Sudah 2 tahun-an. Tapi dulu ya sekedar main saja. Akhir2 ini kok RC jd lebih assik, banyak tantangannya, malah sempat panik gara2 cari bahan2 buat resep yg limited. Wah, seru banget deh! :D

Nah, salah satu prinsip di RC adalah saling bantu antar tetangga, yaitu teman yg juga main RC. Jadi, aku yg tadinya stricth tidak akan add orang yg tidak kukenal di FB, akhirnya punya banyak teman game yg totally stranger. Sebenarnya sebelum ‘gila’ ini pun aku sudah punya 1 teman RC (inisial N). Dia satu2nya orang asing yg jadi temanku. Kenapa? Karena aku kagum banget sama keahliannya mendesain layout restoran-nya. Bener2 WOW! Dan dia termasuk senior di RC, waktu aku add dia tuh levelku masih 60an sementara dia sudah top level. Dan aku cukup beruntung lho, dia mau terima aku jd teman, sebab beberapa bulan kemudian teman2ku add dia tidak ditanggapi :D Sepertinya teman RC dia sudah terlalu banyak. memang kalau teman terlalu banyak loading game-nya jadi lambaaaaat.

Anyway, berawal dari komentar “wow”, “fantastic”, “wonderfull” di tiap foto desain RC-nya, kami berteman. Ternyata si N ini baik banget orangnya. Dia tidak segan bagi2 ilmu tentang cara desain. Lalu, entah bagaimana, aku, N, dan seorang temanku cewek (M) sering saling timpal komen di FB. Kalau sudah “bertemu” entah di status, foto, atau link, kami bisa assik sendiri.. chatting yg ngayal2 gitu. Kadang2 kasian juga sama orang2 lain yg komentar di awal, sudah di-cuekin, masih kena spam obrolan kita pula. Suatu hari, obrolan mulai berkembang ke resep. Ternyata si N tuh pinter masak. Dia bagi2 resep masakan asal negaranya ke M dan aku. Kemudian bagi resep scrambled egg dan egg roll. Yah, karena aku doyan telur, aku coba resepnya. Ternyata emang enak.

Tidak disangka, ada teman kantor yg memperhatikan obrolan kami. Terus dia mulai becandain aku pas di kantor, pas waktu itu aku baru nyoba resep scrambled egg. Dia dan teman kantorku yg lain mulai jodoh2in aku dengan N. Well, berhubung si N jauh di sana, dia tidak tahu sih. Nah, karena aku memang tidak ada perasaan apapun ke N, ya aku tenang2 saja, malah semakin mengobarkan api becandaan itu.

Singkat kata, mungkin karena becanda2 itu, aku jadi … hmm… mulai tertarik untuk mengenal si N lebih jauh. I mean.. he’s cute, sepertinya lebih muda dari aku sih (baru2 ini aku tahu dia kelahiran 85.. 5 tahun di bawah), baik hati, cukup menyenangkan diajak ngobrol. Aku tidak banyak bertindak. kebetulan waktu itu dia aktif banget post2 gambar2 aneh/lucu, juga emotion report. Jadi aku cuma ‘like’ dan komen. Biasanya sih dia menanggapi, dan kemudian obrolan melebar lagi. Ketika weekend, kami sempat ngobrol cukup panjang berdua. Tumben2 si M tidak muncul karena biasanya malam minggu kami habiskan ngobrol bertiga (pathetic, isn’t it? >.<) Akhirnya aku tahu kalau mamanya sudah meninggal, dan sepertinya dia agak nakal ketika mamanya masih ada. Dia seperti merasa bersalah karena membuat mamanya sedih. Kami juga ngobrol hal2 ringan, becanda kiri kanan. Hingga minggu malam, setelah saling say goodnight, aku pun menyebut namanya dalam doa sebelum tidur.

Sungguh, aku belum jatuh cinta dengan dia. Tapi memang malam itu aku senang sekali bisa ngobrol dengan dia. Sudah jadi ‘kebiasaan’ (buruk)-ku, jika ada cowok yg aku merasa ok, aku langsung berkhayal bagaimana jika kami jadian dan menikah hehehehe. Dan sejak memutuskan untuk tidak mau lagi menangis gara2 patah hati, aku pun selalu bertanya ke Tuhan satu pertanyaan ini, “Father, is he the one? If he is, please bring us closer together, if he is not, please don’t let me broken heart.” Pertanyaan yg sama kupanjatkan malam itu untuk si N. Setelah itu aku tidur pulas.

Besoknya, dengan perasaan riang gembira, aku ke kantor. Sambil kerja aku membuka FB (hmm… sejujurnya sih terbalik :P ) Lalu, aku melihat foto yg dia upload ada di home-ku. Foto itu adalah foto anak laki2 kecil yg ganteng sedang meringis. Di judul foto itu si N menulis bahwa putranya (son) sudah besar, dan meminta putranya itu untuk tidak lupa memberi selamat hari ibu pada mamanya.  Awalnya aku pikir dia bercanda karena N memang sering bercanda dengan foto2nya. Lalu aku baca komentar seorang temannya bertanya apakah benar itu anaknya, dan si N bilang YA. Aku.. shock.

Aku yakin aku belum jatuh cinta sama N, tapi saat itu seperti ada yg terlepas dari hatiku. Tidak sakit sih, tidak ingin menangis juga, cuma aku jadi murung. Rasanya ada yg hilang. Entah apa ini tepat, tapi aku merasa seperti layu sebelum berkembang. Aku belum cinta dia, tapi cinta itu sudah hilang. Mati. Apa itu mungkin?

Setelah shock-ku hilang, aku mulai bisa berpikir secara logis, menelaah perasaan aneh itu. Hasil analisaku (mungkin lebih tepat pembelaan diri) adalah.. yg hilang bukan cintaku, tapi harapanku. Harapan bahwa si N adalah The One. Dalam kondisiku sekarang, jatuh cinta bisa jadi muncul belakangan. Aku bisa saja mencintai pria manapun asal aku yakin bahwa ia memang jodohku. Tidak ada cukup waktu untuk membiarkan diriku jatuh cinta dulu lalu memutuskan dia jodohku atau tidak. Terlalu lama. Aku sudah… matang. Jadi perasaanku yg lalu itu adalah kecewa karena satu lagi jawaban TIDAK dari Tuhan, kandidatku hilang lagi. Aku harus bertanya2 lagi, harus cari lagi.

Tapi setelah kurenungkan, aku bersyukur Tuhan menjawab dengan cepat. Aku jadi tidak sampai jatuh cinta dengan N, tidak perlu capek2 menangis karena patah hati (lagi), dan tidak perlu menghabiskan waktu untuk menyembuhkan hati. Aku jadi ingat kata2 bijak:

Tuhan tidak selalu menjawab dengan YA. Terkadang Ia menjawab TIDAK. (Terkadang pula Ia menjawab TUNGGU DULU …. tapi yg ini kan sudah pasti TIDAK)

Dan aku percaya, Tuhan akan kasih aku yang Terbaik. Sementara itu, aku akan berusaha menjadi yg Terbaik buat dia. Siapa pun itu. Dimana pun ia berada. Yang pasti bukan N :)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

I’m at the 3rd Hole

Tanya: Lubang ? Lubang apa ??

Jawab: Lubang … ikat pinggang :D

Aku jarang sekali pakai ikat pinggang, bahkan aku hanya punya 1 ikat pinggang. Itu pun aku beli kira2 5-6 tahun lalu. Itu pun adalah ikat pinggang cowok. Sebab, mana ada ikat pinggang cewek yg notabene kecil mungil nan pendek itu cukup melingkari perutku. Pssst… lingkar perutku di atas 100cm lho (“-.-)

Nah, sejak jama duluuu kala itu pula, aku selalu pakai ikat pinggang dengan mengkaitkan besinya di lubang ke-2… dari ujung ya, bukan dari pangkal. Dengan kata lain, sebenarnya itu juga nyaris tidak cukup :P Tapi minggu lalu, saat aku pakai ikat pinggang itu lantaran celana jeans baruku kebesaran (pssst… padahal nomer yg biasanya lho.. 16), aku baru sadar bahwa lubang ke-2 itu longgar. Lalu aku coba geser ke lubang ke-3 dan ternyata … fioolaa!! pas!! Tidak terlalu sempit..YIPPPIIEE!!! \(^.^)/

Mau tahu rahasianya?

Sejak awal 2011, aku mengurangi makan nasi putih. Bukan berarti tidak makan karbohidrat lhoooh.. Aku tetap doyan dan makan roti atau bakmi. Hanya saja nasi putihnya sebisa mungkin aku ganti dengan nasi merah. Kebetulan dapat oleh2 beras merah dari Toraja sekitar 5kg. Beras merah ini lain dengan beras merah yg dijual di pasar. Rasanya memang tetap hambar, tapi tidak kering (kemrothok kalau kata orang Jawa). Teksturnya nyaris seperti nasi. Motivasi utamaku makan beras merah sebenarnya bukan karena ingin kurus, tapi karena diabetesku. Meski begitu, kadang aku masih juga makan nasi putih lah.. hanya saja jarang.

Selain itu, nah .. ini mungkin yg ngefek. Jujur, aku minum obat penahan nafsu makan. Katanya sih obat herbal. Aku belinya di kenalanku. Januari kemarin, setelah kira2 3 bulan tidak bertemu, aku kaget melihat dia yg kurus sekali. Dia bilang turun 15 kg hanya dalam waktu kurang dr 1 bulan. Serem nggak siiiih?? Tapi dia memang sengaja membuat ekstrim. Diet ketat. Sebulan itu cuma kana buah saja. Dia bilang tidak lapar sama sekali. Aku takut dia malah sakit. Tapi dia bilang sudah check-up dan hasilnya semua normal. Hmm.. jadi penasaran donk. Akhirnya aku coba 1 pack. Isi 36, sehari 1.

Sekarang sudah lebih dari sebulan aku minum obat itu. Well, bohong kalau dibilang sama sekali tidak lapar (Atau memang tingkat kerakusanku yg parah, ya ??) Tetap saja lapar, kok… tetap pusing kalau terlambat makan. Tetap ngiler kalau lihat snack, coklat, roti, kue… :P

Tapi memang, makannya jadi tidak maruk. Lebih dulu kenyang di mulut daripada kenyang di perut. Maksudnya begini, ketika makan banyak, sebelum perut sesak kekenyangan selera makan sudah hilang. Terkadang kalau “terpaksa” menghabiskan makanan, makanan itu seperti nyangkut di tenggorokan (atau kerongkongan? entah yg benar apa :P )

Lalu.. harus minum banyak air putih. Kalau kurang minum bakalan pusing. Selain itu, jadi susah -maaf- BAB. Seringnya BAK. Bisa 5-8 kali selama di kantor.

Hasilnya… beratku sih tidak turun banyak. Tetap saja berkisar 77-78. Tapi perut buncitku rada menipis. Dan ya, itu tadi.. aku sekarang di lubang ke-3 :D

NB: Tapi gara2 keluar kota kemarin, lubang ke-3 itu jadi sedikit sesak :-S

Fate’s Out

Posted in Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

False Alarm .. fiiuhh

Shock tahu aku tembus 80, kemarin aku jalan cepat keliling kantor sama temanku. Lumayan juga ternyata. Terus aku skip dinner. Wuiih.. hebat nggak tuh :P

Tadi pagi, aku timbang lagi. Terus tiba-tiba saja aku ingat mama pernah bilang  timbangan di rumah itu kalau mau pakai harus dikeluarkan dari tempatnya. Upps.. kemarin aku timbang tanpa dikeluarkan. Jadi, kukeluarkan lah timbangan itu dari tempatnya, lalu aku naik di atasnya. Yippy.. ternyata beratku 78 bukan 83 seperti kemarin!!

Tapi pikir-pikir lagi… sebenarnya lebih baik aku tidak tahu kali ya kalau “alarm” kemarin itu salah. Nyatanya, aku langsung kendur.. yg niat bangun tidur langsung olah raga.. malah nggak jadi. Well, niat beres-beres kamar tetap jalan kok. Terus, malam ini.. memang sih tidak dinner, tapi makan gabin manis berapa biji yaaa??..

ckckckck… dasar Fate!!

btw.. kurang 1 jam lagi aku umur 31 lho :)

Fate’s Out

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Over 80!!

Yaiiikkksss!!!

Memang menjijikkan, tapi itu kenyataan.
Aku mengawali 2011 dengan jarum timbangan di atas 80 KG !! :O

Good bye dinner!! Hello workout!!!

Fate’s Out

Posted in Uncategorized | Leave a comment

There Goes 2010

Sudah 2011.

Artinya 2010 sudah (lama) lewat. Rencananya dulu, akhir 2010 beratku sudah berkurang 5-10 kg. Sudah ada pria yg tanpa malu2 mengakui aku sebagai istri pacar (istri terlalu muluk). Bahkan menurut ramalan temanku saat aku SMA dulu, aku akan menikah pas umur 30.

Kenyataannya ?

Boro-boro menikah atau punya pacar. Boro-boro berat turun. Yang ada beratku naik. Perutku tambah besar, sudah 2 kali orang terang2an menyangka aku hamil. Itu yg terang2an tanya ke aku lho… entah berapa yg cuma mikir dalam hati atau bisik-bisik dan ngikik sama temannya.

Jadi ?

2011 ini aku tidak mau banyak berencana. Malas berangan-angan. Percuma. Komitmen saja tidak punya. Ujung-ujungnya rencana tinggal rencana. Terus menyesal. Terus sedih. Nangis.

2011 ini aku cuma ingin jadi lebih happy. Lebih banyak senyum. Ingin juga belajar tidak menunda-nunda pekerjaan. Ini yg berat sih… semoga tidak cuma sekedar keinginan.

Happy 2011 !! :D

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Story of a Broken Glass

broken glass

Tenang saja… ini bukan cerita sedih, kok ;)

Kisah ini berawal dari kejadian sekitar nyaris 2 tahun lalu. Di kantor tersedia dispenser air gallon. Untuk minum biasanya masing2 dari kami membawa sebuah gelas. Kebetulan aku dan teman kantorku cewek, Dwi, punya gelas kembar. Gelas tinggi yg kacanya tebal. Hanya beda gambar saja, miliknya Snoopy dan milikku Mickey & Minnie. Suatu hari entah bagaimana, Dwi tanpa sengaja memecahkan gelasnya itu. Spontan si Wicak, teman kantorku yg ceplas ceplos kayak knalpot mbledhos, komentar “Wah, Bu … itu tandanya bentar lagi kamu nikah. Liat aja deh… pasti nggak lama lagi kamu nikah. Entah karena suka sama suka, dipaksa, atau MBA” whahahhaa… sekantor pada ngakak.

Ternyata oh ternyata, komentar asal njeplak si Wicak tokcer juga. Tak lama berselang Dwi berkenalan dengan seseorang, beberapa bulan kemudian tunangan, dan kemudian menikah! Hebat ya!!

Hanya rahasia antara kita saja, sebenarnya sejak ramalan itu terbukti, aku jadi terpikir untuk memecahkan gelasku juga hahaha. Berhubung aku rasa kalau sengaja dipecahkan tidak akan manjur, aku hanya berharap suatu saat tanganku slip dan tak sengaja menjatuhkan atau menyenggol gelas itu hingga pecah. Tapi ternyata itu tidak pernah terjadi. Wicak pernah bilang gini, “Kamu itu terlalu berhati-hati, jadi susah pecahnya.” Entah apa maksud sebenarnya. Yang aku tangkap dan analisa adalah aku terlalu serius dan berhati-hati milih pasangan, kurang terbuka.. jadi susah buat membuka diri pada orang lain. Hahahaa… gile beneeeer… omongan orang edan aku dengerin juga. Desperate banget nih kayaknya aku :D

Anyway, aku sudah melupakan peristiwa itu, juga komentar Wicak, sampai minggu lalu … gelasku pecah!!! Hanya saja yang memecahkan bukan aku, tapi OB >.<

Sebel sih sebenarnya, tapi mau marah juga percuma. Gelas itu toh tidak bisa diperbaiki lagi. Hiks… hiks.. gelas kesayanganku akhirnya pecah juga.. tapi bukan aku yang memecahkan. Semoga OB itu tak lama juga akan menikah hehehe :P

Fate’s Out

Posted in Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

P.U.S.H (Pray Until Something Happen)

Kira-kira 2 bulan yg lalu aku pertama kali dengar/lihat jargon ini, yaitu di status YM teman sekantorku. Awalnya aku merasa tidak sreg dengan pernyataan itu. Terkesan bahwa kita memaksa (push) Tuhan untuk mengabulkan doa kita. Menurutku, memaksa Tuhan itu … kurang tepat (jika tidak boleh dibilang salah). Tuhan kok dipaksa!

Tapi kemudian, akhir-akhir ini aku intropeksi diri terhadap P.U.S.H ini … tepatnya setelah bulan Juli berlalu tanpa arti itu. Bukan… bukan berarti aku jadi setuju untuk memaksa Tuhan. P.U.S.H membuatku teringat bahwa… ternyata …. aku sekarang JARANG BERDOA. Ya, aku jarang yg benar2 berdoa. Aku hanya berdoa rutin saat akan makan, dengan kalimat yg std alias standar. Sebelum tidur pun aku sering bablas … lupa buat berdoa. Kalaupun berdoa, hanya sekedar berdoa. Tidak benar2 berkomunikasi dengan Tuhan.

Bahkan sampai kemarin malam, aku masih hanya sekedar berdoa:

  1. Ucap syukur buat hari ini
  2. Mohon ampun
  3. Minta beberapa permohononan (termasuk jodoh)

Sebenarnya sudah memenuhi segala aspek, betul tidak ? Tapi aku merasa itu hanya formalitas. Dan … jujur, saat aku menulis ini, aku punya ketakutan bahwa aku sudah lupa bagaimana berdoa yg sebenarnya itu. Bagaimana benar2 berkomunikasi dengan Tuhan. Menakutkan, ya.. *bitting nails*

Aku akan coba malam ini. Semoga aku masih ingat. Dan yg lebih penting, semoga Bapa masih mau berkomunikasi denganku :-S

Fate’s Out

Posted in Uncategorized | Tagged , , , | Leave a comment

Nothing’s Happened On July, God

Sekarang tanggal 1 Agustus. Selain itu berarti hari ini keponakan sepupuku ultah yg ke-4, itu juga berarti bulan Juli sudah resmi berlalu. Sebenarnya tidak ada yg terlalu istimewa di bulan Juli, hanya saja aku melakukan hal yg bodoh … memberi deadline pada Tuhan >.<

Berawal dari belajar beriman (yg sesungguhnya) pada Tuhan, aku mendengar cerita dari temanku. ia bercerita bahwa ibunya berdoa dengan penuh iman bahwa Tuhan akan memberi signal tentang jodoh temanku itu Agustus 2009 lalu. Dan doa ibunya terkabul. Aku pun terinspirasi untuk meminta signal pada-Nya di bulan Juli ini. Hanya signal. Bisa berupa kejadian atau pertemuan dengan seseorang, atau … tanda2 sekecil apa pun untuk mendeteksi kehadiran/keberadaan jodohku.

Aku menantinya dengan penuh harap. Apalagi lumayan banyak peristiwa di bulan Juli, seperti family trip ke Lombok dan konser choir-ku. Dimulai tanggal 1, 2, .. 5, .. 10, … 15, … 30, dan 31 kemarin. Ternyata .. tidak ada apa-apa. Tidak ada singnal tentang jodohku. Tidak ada suatu pertemuan apapun. Justru yg kualami adalah kepastian bahwa seseorang bukan dan tidak mungkin jadi jodohku.

Sisi pesimisku berkata “Mungkin justru ini adalah signal dari Tuhan bahwa: Tidak ada jodoh untukmu, Nak.” Apa benar begitu, Tuhan ? :cry:

Sisi optimisku berkata “Bodoh! Siapa kamu sehingga berani memberi deadline pada Tuhan ? Tuhan bekerja dengan cara dan waktu-Nya sendiri. Dan waktu-Nya selalu TEPAT.”

Tentu saja aku lebih berpihak pada sisi optimisku, walau … jauh di dalam hati, aku juga khawatir akan kebenaran si pesimis.

Entahlah. Saat ini aku cuma ingin “lapor” ke Tuhan: Sekarang sudah Agustus, dan tidak ada yg terjadi di bulan Juli. Terima kasih, Tuhan.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Wanna Be Zoey

Kenal Zoey tidak?

Dia itu adalah tokoh utama di film The Backup Plan. Diperankan oleh si pantat seksi, JLo. Begini cerita singkatnya, Zoey adalah perempuan umur 30ish yg ngebet ingin punya bayi, padahal dia boro-boro menikah punya pacar juga tidak. Zoey pun memutuskan untuk inseminasi buatan alias hamil pakai sperma dari bank sperma. Pada hari ia diinseminasi itu ia tidak sengaja bertemu seorang pria, Stan. Ternyata mereka saling jatuh cinta, bahkan ketika Stan akhirnya tahu Zoey hamil, Stan tetap mau sama Zoey. Justru Zoey yg tidak percaya bahwa Stan stays, ia berusaha mencari-cari clue kalau-kalau Stan akan meninggalkan dia. Kelanjutannya.. mending anda nonton sendiri saja ;)

poster backup plan

Anyway, setelah nonton film itu aku ingin menjadi Zoey. Mengapa ? tanya anda. Menurut anda.. mengapa?

Alasannya bukan karena aku ingin punya body kayak JLo. Well, iya sih, aku juga mau kalau dikasih body kayak dia, tapi bukan itu yg membuatku menulis postingan ini.

Alasan pertama, tentu saja adalah Stan. Maksudku .. OMG.. betapa beruntungnya Zoey karena sedemikian cinta Stan padanya. Coba bayangkan, Zoey hamil -kembar- dan itu bukan anak Stan. Please, deh.. kayaknya di kehidupan nyata pria seperti ini 1:100.000. Umumnya pasti freak out. Belum ngerasain enaknye udeh dapet paitnye, paling-paling begitu pikiran mereka. Tapi Stan tetap bilang “I’m in”. Meski sering diomelin Zoey yg lg kacau hormonnya, jarang berhubungan karena Zoey yg tidur mulu. Bahkan ia rela tidak melanjutkan kuliah malam biar bisa lembur karena shock menghitung pengeluaran mereka di masa depan, termasuk biaya kuliah si kembar. Ckckckck.. seandainya Stan itu nyata.. dan untukku :D

Tapi Stan bukanlah alasan utamaku ingin jadi Zoey. Alasan utamaku adalah.. aku ingin seberani Zoey, punya bayi meski tanpa suami. Beneran. Sudah pernah terlintas di pikiranku seandainya aku memang tidak menemukan Mr. Right, aku akan adopsi anak. I want to start a family, my own family. Setelah menonton Backup Plan, aku malah ingin seperti Zoey, inseminasi buatan. Aku ingin hamil. Aku tahu, reaksi lingkunganku pasti lebih heboh dari lingkungan Zoey. Malah pastinya aku dilarang orang tuaku. Belum lagi profesiku yg rawan gunjingan. Belum lagi .. apa ada ya bank sperma di Indonesia? Entahlah … tapi aku ingin hamil, punya bayi. Sempurnanya sih didampingi seorang suami, tapi kalau tidak ada, aku rasa aku mampu kok :D

Fate’s Out

Posted in Uncategorized | Tagged , | Leave a comment

Fate is Pregnant ??

Of course NOT !!!
Bagaimana mungkin aku hamil.. boro2 suami, pacar saja aku tidak punya. Dan lebih tidak mungkin lagi kalau aku jadi Bunda Maria ke-2, mengingat dosaku yg tumpukannya melebihi tinggi Mount Everest. Lagipula, 2 minggu lalu aku baru saja datang bulan.. jadi secara ilmiah pun aku sudah dipastikan tidak hamil.

Jadi?? Iya, aku tidak hamil. Tapi aku kelihatan seperti orang hamil. Apalagi penyebabnya kalau tidak perutku yg besar ini T.T Dan kejadian Selasa lalu sepertinya semakin memperkuat pernyataan itu.

Selasa kemarin aku di Juanda, hendak berangkat ke Jakarta. Ketika itu aku dan seorang teman di zona pengecekan barang dekat tempat check-in. Saat akan mengambil koper dan tas laptop dari mesin pengecekan, seorang petugas tanya padaku, “Mbak, hamil berapa bulan ?”

Awalnya aku mengira dia cuma bermaksud mengejekku. Jadi kuladeni dengan senyum masam saja. Lalu dia tanya lagi, “Sudah berapa bulan, Mbak ?”

Aduuh… reseh amat nih orang!! pikirku.

Mungkin melihat tampangku yg pastinya sudah jutek, temannya menegur orang itu, “Ngawur ae.. wong lemu kok mbok omong meteng (Ngawur saja, orang gemuk kok kamu bilang hamil)”

Tapi orang itu tetep ngotot, “Nggak yo.. mbak iki hamil. Ya kan, mbak ? Berapa bulan, Mbak ??”

Dhiiiiieeeeeeerrr!!!

Seketika rasa marahku berubah jadi rasa malu dan minder. OMG.. orang ini tidak bergurau. Dia benar2 mengira aku hamil. OMG… am I really look like a pregnant lady ?? Separah itu ya perutku ??? >.<

Aku ngeloyor pergi dengan perasaan BT, malu, nyesal, dll. BT sama diri sendiri. Malu sama temenku (cowok) yg juga sparing partner olok2anku. Nyesal karena sebelumnya baru saja aku makan fried chickennya A&W :(

That’s it, Fate!! Olah raga lagi. Rajin lari lagi. Ikutan aerobik. Tidak boleh makan malam. Tidak boleh ngemil. Harus bisa!! Masa iya mau hamil selamanya ???

Fate’s Out

Posted in Uncategorized | Tagged , | Leave a comment